Jumat, 21 November 2014

Kata-Kata Bijak dari Beberapa Tokoh



Kata-Kata Bijak dari Beberapa Tokoh

1.      Mahatma Gandhi
a)      Jadilah bagian dari perubahan yang ingin kamu saksikan di dunia ini.
b)      Ketika kamu berhadapan dengan musuhmu, taklukkanlah mereka dengan cinta.
c)      Orang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Memaafkan adalah sifat orang perkasa.

2.      Kong Fu Tse
a.      Hanya orang yang sanggup menerima kegagalan lah yang akan dapat merasa bahagia.
b.      Ia yang berbuat salah dan tidak memperbaikinya, sedang berbuat salah lagi.
c.       Ia yang bijak akan merasa malu, jika kata-katanya lebih baik dari pada tindakannya.

3.      Mother Teresa
·         Jika anda menghakimi orang, anda tidak punya waktu mencintai mereka.
·         Tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.
·         Beberapa orang memasuki hidup anda sebagai berkat. Beberapa memasuki hidup anda sebagai pelajaran.
4.      Abraham Lincoln
a.      Jangan khawatir bila anda tidak diakui, tetapi berusahalah agar anda layak untuk diakui.
b.      Sesuatu mungkin datang kepada mereka yang menunggu. Hanya saja sesuatu itu pergi terhadap mereka yang terburu-buru.
c.       Ingatkan selalu bahwa tekad anda sukses adalah lebih penting dari hal lainnya.

5.      Sun Tzu
a)      Kalau anda terluka, sembunyikan luka itu baik-baik. Jangan sampai ketahuan musuh.
b)      Orang sukses memiliki keterampilan yang luar biasa dalam mengatasi konflik dan memastikan yang terbaik bagi semua.
c)      Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang.

Senin, 06 Oktober 2014

Masyarakat Modern

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang

 
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Politik yang diajarkan oleh Bapak Rudi Salam Sinaga. Serta memberi pengetahuan baru bagi para pembaca mengenai masyarakat modern.
 




Seiring dengan perkembangan zaman, kehidupan social budaya pada masyarakat juga mengalami perubahan. Perubahan kehidupan social budaya pada masyarakat disebabkan adanya modernisasi dalam segala hal baik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Cara hidup yang dahulunya tradisional perlahan demi perlahan kini telah tersentuk modernisasi. Akan tetapi terdapat juga masyarakat yang masih tertutup dalam artian selektif tidak sembarangan menerima modernisasi, dengan alasan untuk menjaga warisan dari nenek moyang mereka.

Peter L. Berger dalam Evers (1988), menggambarkan dengan jelas perbedaan antara masyarakat kuno dan masyarakat modern. Dikatakan, bahwa masyarakat kuno (sering dinamakan masyarakat dengan kebudayaan sederhana) bersifat terintegrasi tinggi dan tetap bersatu (istilah lain adalah homogen) dalam keteraturan agama. Karena masih sederhananya alat-alat transport dan komunikasi maka hubungan antar masyarakat tradisional itu terbatas. Sebaliknya menurut Berger masyarakat modern mengalami proses segmentasi atau pluralisasi, sering juga dinamakan diferensiasi.

 Setiap segmen dari masyarakat harus berhubungan dengan segmen-segmen lain untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. Masyarakat modern dapat tetap terintegrasi dalam pola interpendensi, bahkan multidependensi.    

Perkembangan kehidupan social budaya pun terus berkembang sehingga lokalitas kebudayaan dalam masyarakat kini menjadi tidak relevan lagi karena pada masyarakat modern Manusia cenderung mengadaptasi berbagai kebudayaan, mengambil sedikit dari berbagai keragaman budaya yang ada, yang dirasa cocok buat dirinya, tanpa harus mengalami kesulitan untuk bertahan dalam kehidupan. Oleh karena itu kehidupan sosial budaya pada masyarakat modern menarik untuk dibahas dalam makalah ini, sebagai bahan referensi apakah efek modernisasi membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat atau menimbulkan efek negatif.




 






















Rumusan masalah
1.     Apa yang dimaksud dengan masyarakat modern ?
2.     Bagaimana ciri-ciri masyarakat modern?
3.     Bagaimana masyarakat modern dilihat dari berbagai aspek?
4.     Apa saja tuntutan bagi manusia masa depan (manusia modern)?
5.     Apa saja problematika masyarakat modern?






 
Bab II
PEMBAHASAN
 
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.
Pengertian kota secara sosiologi terletak pada sifat dan ciri kehidupannya dan bukan ditentukan oleh menetapnya sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan. Dari pengertian di atas, dapat diartikan bahwa tidak semua warga masyarakat kota dapat disebut masyarakat modern, sebab banyak orang kota yang tidak mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan peradaban dunia masa kini, misalnya gelandangan atau orang yang tidak jelas pekerjaan dan tempat tinggal.
Masyarakat modern cenderung bersifat individualistis, lebih menghargai waktu, dan terbuka dengan hal-hal baru sehingga masyarakat modern selalu ‘update’ dengan apa yang terjadi saat ini. Persaingan hidup pada masyarakat modern sangat mengandalkan apa yang disebut dengan prestasi. Pada masyarakat modern prestasi sangat bernilai tinggi serta kepercayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat modern memiliki sikap yang selalu berpikir secara rasional, yakni mengutamakan pendapat akal dan pikiran, daripada pendapat emosional seperti contoh masyarakat modern lebih memilih berobat ke dokter daripada berobat ke dukun atau semacamnya.


Kemajuan di bidang teknologi pada zaman modern ini telah membawa manusia ke dalam dua sisi, yaitu bisa memberi nilai tambah (positif), tapi pada sisi laian dapat mengurangi (negatif).
Efek positifnya tentu saja akan menigkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh sehingga memberikan orang kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan baru dan meningkatkan produksi. Sedangkan efek negatifnya kemajuan teknologi akan berbahaya jika berada di tangan orang yang secara mental dan keyakinan agama belum siap. Mereka dapat menyalahgunakan teknologi untuk tujuan-tujuan yang destruktif dan mengkhawatirkan. Misalnya penggunaan teknologi kontrasepsi dapat menyebabkan orang dengan mudah dapat melakukan hubungan seksual tanpa harus takut hamil atau berdosa. Jaringan-jaringan peredaran obat-obat terlarang, tukar menukar informasi, penyaluran data-data film yang berbau pornografi di bidang teknologi komunikasi seperti komputer, faximile, internete, dan sebagainya akan semakin intensif pelaksanaannya.
Hal tersebut di atas adalah gambaran-gambaran masyarakat modern yang obsesi keduniaannya tampak lebih dominan ketimbang spritual. Kemajuan teknologi sains dan segala hal yang bersifat duniawi jarang disertai dengan nilai spiritual.
Menurut Sayyed Hossein Nasr, seorang ilmuwan kenamaan dari Iran, berpandangan bahwa manusia modern dengan kemajuan teknologi dan pengetahuaannya telah tercebur ke dalam lembah pemujaan terhadap pemenuhan materi semata namun tidak mampu menjawab problem kehidupan yang sedang dihadapinya. Kehidupan yang dilandasi kebaikan tidaklah bisa hanya bertumpu pada materi melainkan pada dimensi spiritual. Jika hal tersebut tidak diimbangi akibatnya jiwa pun menjadi kering, dan hampa. Semua itu adalah pengaruh dari sekularisme barat, yang manusia-manusianya mencoba hidup dengan alam yang kasat mata.
 Menurut Nashr kondisi manusia modern sekarang mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar dan bersifat spiritual, mereka gagal menemukan ketentraman batin, yang berarti tidak ada keseimbangan dalam diri.
Hal ini akan semakin parah apabila tekanannya pada kebutuhan materi semakin meningkat sehingga keseimbangan semakin rusak. Oleh karena itu, manusia memerlukan agama untuk mengobati krisis yang dideritanya

Dari sikap mental yang demikian itu kehadiran iptek telah melahirkan sejumlah problematika masyarakat modern, sebagai berikut :

1. Desintegrasi ilmu pengetahuan

Banyak ilmu yang berjalan sendiri-sendiri tanpa ada tali pengikat dan penunjuk jalan yang menguasai semuanya, sehingga kian jauhnya manusia dari pengetahuan akan kesatuan alam.

2. Kepribadian yang Terpecah

Karena kehidupan manusia modern dipolakan oleh ilmu pengetahuan yang coraknya kering nilai-nilai spiritual dan terkotak-kotak, maka manusianya menjadi pribadi yang terpecah, hilangnya kekayaan rohaniah karena jauhnya dari ajaran agama.

3. Penyalahgunaan Iptek

Berbagai iptek disalahgunakan dengan segala efek negatifnya sebagaimana disebutkan di atas.

4. Pendangkalan Iman

Manusia tidak tersentuh oleh informasi yang diberikan oleh wahyu, bahkan hal itu menjadi bahan tertawaan dan dianggap tidak ilmiah dan kampungan.

5. Pola Hubungan Materialistik

Pola hubungan satu dan lainnya ditentukan oleh seberapa jauh antara satu dan lainnya dapat memberikan keuntungan yang bersifat material.

6. Menghalalkan Segala Cara

Karena dangkalnya iman dan pola hidup materialistik manusia dengan mudah menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

7. Stres dan Frustasi

Manusia mengerahkan seluruh pikiran, tenaga dan kemampuannya untuk terus bekerja tanpa mengenal batas dan kepuasan. Sehingga apabila ada hal yang tidak bisa dipecahkan mereka stres dan frustasi.

8. Kehilangan Harga Diri dan Masa Depannya

Mereka menghabiskan masa mudanya dengan memperturutkan hawa nafsu dan menghalalkan segala cara. Namun ada suatu saat tiba waktunya mereka tua segala tenaga, fisik, fasilitas dan kemewahan hidup sudah tidak dapat mereka lakukan, mereka merasa kehilangan harga diri dan masa depannya.






Bab III
PENUTUP
 
Masyarakat modern merupakan masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.
Dan untuk mengatasi prolematika yang dihadapi masyarakat modern dibutuh kan iman dan pengetahuan agama yang kuat, agar prolematika yang dihadapi tersebut akan dapat diselesaikan dan dapat  diselesaikan dengan sebaik baiknya.







Daftar Pustaka

·  http://shindohjourney.wordpress.com/seputar-kuliah/makalah-masyarakat-modern-dan-kebudayannya/  
·  http://ifzanul.blogspot.com/2010/06/masyarakat-tradisional-masyarakat.html
·  http://kacibi.blogspot.com/2010/11/ciri-ciri-manusia-modern.html
·  http://mnovitaswin.blogspot.com/2012/03/problematiuka-masyarakat-modern.html
·  http://anggarestupambudi.wordpress.com/2011/11/17/ciri-ciri-masyarakat-tradisional-dan-modern/

v