BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tulisan ini dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Politik yang diajarkan oleh
Bapak Rudi Salam Sinaga. Serta memberi pengetahuan baru bagi para pembaca
mengenai masyarakat modern.
Seiring
dengan perkembangan zaman, kehidupan social budaya pada masyarakat juga
mengalami perubahan. Perubahan kehidupan social budaya pada masyarakat
disebabkan adanya modernisasi dalam segala hal baik dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Cara hidup yang dahulunya tradisional perlahan demi
perlahan kini telah tersentuk modernisasi. Akan tetapi terdapat juga masyarakat
yang masih tertutup dalam artian selektif tidak sembarangan menerima
modernisasi, dengan alasan untuk menjaga warisan dari nenek moyang mereka.
Peter
L. Berger dalam Evers (1988), menggambarkan dengan jelas perbedaan antara
masyarakat kuno dan masyarakat modern. Dikatakan, bahwa masyarakat kuno (sering
dinamakan masyarakat dengan kebudayaan sederhana) bersifat terintegrasi tinggi
dan tetap bersatu (istilah lain adalah homogen) dalam keteraturan agama. Karena
masih sederhananya alat-alat transport dan komunikasi maka hubungan antar
masyarakat tradisional itu terbatas. Sebaliknya menurut Berger masyarakat
modern mengalami proses segmentasi atau pluralisasi, sering juga dinamakan
diferensiasi.
Setiap segmen dari masyarakat harus
berhubungan dengan segmen-segmen lain untuk mempertahankan dan mengembangkan
hidupnya. Masyarakat modern dapat tetap terintegrasi dalam pola interpendensi,
bahkan multidependensi.
Perkembangan
kehidupan social budaya pun terus berkembang sehingga lokalitas kebudayaan
dalam masyarakat kini menjadi tidak relevan lagi karena pada masyarakat modern
Manusia cenderung mengadaptasi berbagai kebudayaan, mengambil sedikit dari
berbagai keragaman budaya yang ada, yang dirasa cocok buat dirinya, tanpa harus
mengalami kesulitan untuk bertahan dalam kehidupan. Oleh karena itu kehidupan
sosial budaya pada masyarakat modern menarik untuk dibahas dalam makalah ini,
sebagai bahan referensi apakah efek modernisasi membawa dampak positif bagi
kehidupan masyarakat atau menimbulkan efek negatif.
Rumusan masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan masyarakat modern ?
2.
Bagaimana
ciri-ciri masyarakat modern?
3.
Bagaimana
masyarakat modern dilihat dari berbagai aspek?
4.
Apa
saja tuntutan bagi manusia masa depan (manusia modern)?
5.
Apa
saja problematika masyarakat modern?
Bab II
PEMBAHASAN
Masyarakat modern adalah masyarakat
yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke
kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari
kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan
zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya
pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat modern
berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha agar
mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan
di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang
lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.
Pengertian kota secara sosiologi
terletak pada sifat dan ciri kehidupannya dan bukan ditentukan oleh menetapnya
sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan. Dari pengertian di atas, dapat
diartikan bahwa tidak semua warga masyarakat kota dapat disebut masyarakat
modern, sebab banyak orang kota yang tidak mempunyai orientasi nilai budaya
yang terarah ke kehidupan peradaban dunia masa kini, misalnya gelandangan atau
orang yang tidak jelas pekerjaan dan tempat tinggal.
Masyarakat modern cenderung bersifat
individualistis, lebih menghargai waktu, dan terbuka dengan hal-hal baru
sehingga masyarakat modern selalu ‘update’ dengan apa yang terjadi saat ini.
Persaingan hidup pada masyarakat modern sangat mengandalkan apa yang disebut
dengan prestasi. Pada masyarakat modern prestasi sangat bernilai tinggi serta kepercayaan
yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat modern memiliki sikap yang
selalu berpikir secara rasional, yakni mengutamakan pendapat akal dan pikiran,
daripada pendapat emosional seperti contoh masyarakat modern lebih memilih
berobat ke dokter daripada berobat ke dukun atau semacamnya.
Kemajuan di bidang teknologi pada
zaman modern ini telah membawa manusia ke dalam dua sisi, yaitu bisa memberi
nilai tambah (positif), tapi pada sisi laian dapat mengurangi (negatif).
Efek positifnya tentu saja akan
menigkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh
sehingga memberikan orang kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan
baru dan meningkatkan produksi. Sedangkan efek negatifnya kemajuan teknologi
akan berbahaya jika berada di tangan orang yang secara mental dan keyakinan
agama belum siap. Mereka dapat menyalahgunakan teknologi untuk tujuan-tujuan
yang destruktif dan mengkhawatirkan. Misalnya penggunaan teknologi
kontrasepsi dapat menyebabkan orang dengan mudah dapat melakukan hubungan
seksual tanpa harus takut hamil atau berdosa. Jaringan-jaringan peredaran
obat-obat terlarang, tukar menukar informasi, penyaluran data-data film yang
berbau pornografi di bidang teknologi komunikasi seperti komputer, faximile,
internete, dan sebagainya akan semakin intensif pelaksanaannya.
Hal tersebut di atas adalah
gambaran-gambaran masyarakat modern yang obsesi keduniaannya tampak lebih
dominan ketimbang spritual. Kemajuan teknologi sains dan segala hal yang
bersifat duniawi jarang disertai dengan nilai spiritual.
Menurut Sayyed Hossein Nasr, seorang
ilmuwan kenamaan dari Iran, berpandangan bahwa manusia modern dengan kemajuan
teknologi dan pengetahuaannya telah tercebur ke dalam lembah pemujaan terhadap
pemenuhan materi semata namun tidak mampu menjawab problem kehidupan yang
sedang dihadapinya. Kehidupan yang dilandasi kebaikan tidaklah bisa hanya
bertumpu pada materi melainkan pada dimensi spiritual. Jika hal tersebut
tidak diimbangi akibatnya jiwa pun menjadi kering, dan hampa. Semua itu adalah
pengaruh dari sekularisme barat, yang manusia-manusianya mencoba hidup dengan
alam yang kasat mata.
Menurut Nashr kondisi manusia modern sekarang
mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar dan bersifat spiritual, mereka
gagal menemukan ketentraman batin, yang berarti tidak ada keseimbangan dalam
diri.
Hal ini akan semakin parah apabila
tekanannya pada kebutuhan materi semakin meningkat sehingga keseimbangan
semakin rusak. Oleh karena itu, manusia memerlukan agama untuk mengobati krisis
yang dideritanya
Dari
sikap mental yang demikian itu kehadiran iptek telah melahirkan sejumlah
problematika masyarakat modern, sebagai berikut :
1. Desintegrasi ilmu
pengetahuan
Banyak ilmu yang berjalan sendiri-sendiri tanpa
ada tali pengikat dan penunjuk jalan yang menguasai semuanya, sehingga kian
jauhnya manusia dari pengetahuan akan kesatuan alam.
2. Kepribadian yang
Terpecah
Karena kehidupan manusia modern dipolakan oleh
ilmu pengetahuan yang coraknya kering nilai-nilai spiritual dan terkotak-kotak,
maka manusianya menjadi pribadi yang terpecah, hilangnya kekayaan rohaniah
karena jauhnya dari ajaran agama.
3. Penyalahgunaan Iptek
Berbagai iptek disalahgunakan dengan segala efek
negatifnya sebagaimana disebutkan di atas.
4. Pendangkalan Iman
Manusia tidak tersentuh oleh informasi yang
diberikan oleh wahyu, bahkan hal itu menjadi bahan tertawaan dan dianggap tidak
ilmiah dan kampungan.
5. Pola Hubungan
Materialistik
Pola hubungan satu dan lainnya ditentukan oleh
seberapa jauh antara satu dan lainnya dapat memberikan keuntungan yang bersifat
material.
6. Menghalalkan Segala
Cara
Karena dangkalnya iman dan pola hidup
materialistik manusia dengan mudah menghalalkan segala cara dalam mencapai
tujuan.
7. Stres dan Frustasi
Manusia mengerahkan seluruh pikiran, tenaga dan
kemampuannya untuk terus bekerja tanpa mengenal batas dan kepuasan. Sehingga
apabila ada hal yang tidak bisa dipecahkan mereka stres dan frustasi.
8. Kehilangan Harga Diri
dan Masa Depannya
Mereka menghabiskan masa mudanya dengan
memperturutkan hawa nafsu dan menghalalkan segala cara. Namun ada suatu saat
tiba waktunya mereka tua segala tenaga, fisik, fasilitas dan kemewahan hidup
sudah tidak dapat mereka lakukan, mereka merasa kehilangan harga diri dan masa
depannya.
Masyarakat
modern merupakan masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi
nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini.
Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena
mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan
itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa
kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai
kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang
cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan
sebagainya.
Dan
untuk mengatasi prolematika yang dihadapi masyarakat modern dibutuh kan iman
dan pengetahuan agama yang kuat, agar prolematika yang dihadapi tersebut akan
dapat diselesaikan dan dapat diselesaikan dengan sebaik baiknya.
Daftar Pustaka
·
http://shindohjourney.wordpress.com/seputar-kuliah/makalah-masyarakat-modern-dan-kebudayannya/
·
http://ifzanul.blogspot.com/2010/06/masyarakat-tradisional-masyarakat.html
·
http://kacibi.blogspot.com/2010/11/ciri-ciri-manusia-modern.html
·
http://mnovitaswin.blogspot.com/2012/03/problematiuka-masyarakat-modern.html
·
http://anggarestupambudi.wordpress.com/2011/11/17/ciri-ciri-masyarakat-tradisional-dan-modern/
v